Progres Pembangunan Bendungan Temef NTT Capai 50 Persen

Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan, penyelesaian Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sudah mencapai 50 persen.

Secara keseluruhan, pembangunan bendungan terbesar di NTT sudah mencapai 50 persen,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Temef, Fajar Hariaji di Kupang, Selasa, 26 April 2022.

Dia, Bendungan Temef di Kabupaten TTS yang dibangun dengan sistem anggaran tahun jamak, masuk dalam program tujuh bendungan Presiden Jokowi untuk masyarakat NTT.

Fajar menjelaskan, untuk pembangunan paket dua yang dibangun PT. Nindya Karya, khusus untuk Gedung Delegasi, kini sudah rampung 100 persen.

Paket selebihnya untuk badan bendungan masih diproses oleh PT. Waskita Karya yang pencapaiannya sudah mencapai 84 persen.

Kini ada satu lagi pemenang kompetisi untuk paket tiga, yakni oleh Nindya Karya.

Dengan syarat pembangunan bendungan Seevertrag Bus 2023 harus diselesaikan.

Didampingi petugas PPK di BWS NT II, ​​Frengky Welkis, Fajar juga mengatakan beberapa kendala ditemui saat mengerjakan bendungan.

Berbagai kendala yang menghambat pembangunan antara lain pandemi COVID-19 yang menginfeksi pekerja hingga topan Seroja pada tahun 2021.

Bendungan Temef merupakan bendungan terbesar dari tujuh bendungan yang dibangun di NTT pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Bendungan dengan panjang 550 meter dan tinggi 55 meter ini menempati area seluas 45 hektar dan mampu menampung hingga 45 juta meter kubik air.

Pembangunan Bendungan Temef diperkirakan menelan biaya Rp 1,4 miliar dan diharapkan selesai pada 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published.