Ternyata Indonesia Punya Pulau Bakau Tertua di Dunia,Ada Pohon Berusia 750 Juta Tahun

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung siap menjadi tuan rumah acara Kepresidenan G20 untuk mempromosikan pulau bakau tertua di dunia di Belitung. Pulau Langer di Desa Selat Nasik, Kabupaten Belitung merupakan tempat tumbuhnya ekosistem mangrove berusia 750 juta tahun yang diyakini sebagai mangrove tertua di dunia dan masih sangat alami.

“Pohon mangrove pulau yang berusia 750 juta tahun ini akan kami persembahkan kepada delegasi G20 nanti,” kata Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman Djohan, seperti dilansir Antara saat berkunjung ke Pulau Langer, Belitung (7 Mei), Sabtu (7 Mei). ). .5) .

Ia juga berharap para delegasi nantinya dapat terlibat dalam CSR penanaman mangrove dan karang setelah mengikuti agenda utama pertemuan antar kementerian tingkat dunia.

Kami masih berusaha menanam terumbu karang sebagai kegiatan untuk meningkatkan kegiatan delegasi, baik di bidang sosial dan kemasyarakatan, serta dalam penguatan ekonomi nasional.”

Bibit mangrove akan ditanam dengan biaya Rp 7.000 per batang, yang bisa dibeli oleh masyarakat tercatat. Kegiatan tersebut tentunya akan melibatkan kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Dengan seizin pemerintah pusat, kami akan langsung mengirimkan surat kepada delegasi agar para peserta termasuk keluarganya saat berkunjung ke pulau ini,” ujarnya.

Ia mengatakan akan banyak acara lain di luar kegiatan nanti dalam kegiatan G20 di Belitung, seperti yang saya katakan, pekan UMKM, kunjungan ke etalase toko atau Wimeserchaftl dan.

Kami ingin menjenuhkan G20 dengan kegiatan mereka dan menjangkau masyarakat luas, untuk mencapai momen pemberdayaan masyarakat, kolaborasi paling langsung dengan pemerintah dan mati.

Cerita warga Banyuwangi yang melestarikan hutan mangrove, alam bisa dapat uang banyak

Hutan mangrove di kawasan Segara Anakan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur masih asri. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat sekitar akan pentingnya melestarikan hutan mangrove bagi kehidupan.

Kesadaran akan pentingnya hutan mangrove bagi ekosistem pesisir didasari oleh pengetahuan masyarakat Banyuwangi tentang fungsi hutan. Tusuk akar mangrove yang kuat berfungsi menahan angin dan gelombang laut. Ikan dan udang juga bertelur di semak bakau saat air pasang.

Beberapa pencemaran sungai di daerah tersebut juga dapat dihitung dan dinetralisir berkat pohon bakau. Dapat dikatakan bahwa hutan mangrove memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat pesisir Banyuwangi.

Banyak nelayan yang memanfaatkan Segara Anakan untuk mencari nafkah. Anda tidak harus pergi ke tengah laut untuk menangkap ikan, udang, kepiting dan kerang.

Saat air pasang, banyak hewan laut terbawa ke sungai. arus kembali ke laut pada saat air surut. Ikan mudah terjaring jaring, udang menyelinap di antara akar dan daun-daun berguguran di dasar sungai. Udang ini bertelur lalu mengerami ikan mudanya.

Nelayan di sekitar Segara Anakan tidak bergantung pada batang mangrove, tetapi pada fungsi stok dan konservasi tanaman tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.